Alamat katalog sendiri
namatoko.pasarlokal.com siap ditempel di bio, status, atau broadcast.
Pelanggan membuka satu alamat katalog, melihat foto dan harga, memilih varian, mengisi keranjang, lalu mengirim rangkuman pesanannya langsung ke WhatsApp tokomu.

namatoko.pasarlokal.com siap ditempel di bio, status, atau broadcast.
Nama, harga, stok, dan varian diedit dari spreadsheet yang sudah kamu kenal.
Item, varian, jumlah, dan total sampai dalam satu pesan yang tersusun rapi.
Setiap pelanggan baru menanyakan produk yang sama. Kamu scroll riwayat chat, cari foto, ketik harga, lalu mengulanginya lagi besok.
Katalog yang tersebar di status WhatsApp, galeri HP, dan pesan lama membuat pelanggan berhenti sebelum menemukan produk yang cocok.
Ukuran di satu pesan, jumlah di pesan lain, alamat di chat tiga hari lalu. Kamu menyusun ulang semuanya sebelum pesanan bisa diproses.
Kak, kaos putihnya masih ada?
Ada kak. Rp65.000 saja.
Ukuran L ready? Foto aslinya bisa dikirim?
Sama warna navy ada tidak ya?
Contoh percakapan
Silakan pilih di sini ya: tokomu.pasarlokal.com
Halo Tokomu, saya mau pesan:
1. Kaos Polos Cotton 30s (L) x2 — Rp130.000
2. Polo Shirt Pique (Navy) x1 — Rp125.000
Total: Rp255.000
Contoh percakapan
Pelanggan tetap chat denganmu di WhatsApp. Bedanya, pesanan datang sudah tersusun dan kamu tidak perlu mengirim foto serta harga satu per satu.

Kategori, kolom pencarian, dan harga langsung terlihat. Tidak perlu akun, tidak perlu instal aplikasi.

Detail produk, pilihan varian, dan keranjang belanja mengurus semua yang biasanya kamu jelaskan lewat chat.
Halo Tokomu, saya mau pesan:
1. Kaos Polos Cotton 30s (L) x2 — Rp130.000
2. Polo Shirt Pique (Navy) x1 — Rp125.000
Total: Rp255.000
Nama: Sari
Alamat: Jl. Kenanga No. 8, Yogyakarta
Contoh pesan otomatis
Satu pesan berisi item, varian, jumlah, total, dan data pelanggan. Kamu tinggal membalas seperti biasa.
Tokomu mendapat alamat sendiri di pasarlokal.com yang bisa ditempel di bio media sosial, status WhatsApp, atau pesan broadcast.
Pelanggan menyaring produk per kategori, jadi koleksi besar tetap mudah dijelajah tanpa scroll panjang.
Pelanggan mengetik nama produk dan langsung menemukannya, tanpa perlu menanyakan stok atau harga yang sudah tertera.
Harga tampil jelas di setiap produk, lengkap dengan harga coret saat kamu menjalankan promo.
Ukuran, warna, atau rasa dipilih pelanggan sebelum memesan. Pilihan mereka ikut terkirim di pesan WhatsApp.
Pelanggan memesan beberapa produk sekaligus dengan jumlah masing-masing, bukan satu per satu di chat.
Pesanan sampai sebagai teks rapi berisi item, varian, jumlah, total, dan data pelanggan. Kamu tinggal membalas.
Ubah nama, harga, stok, atau foto dari spreadsheet yang sudah kamu kenal. Nama toko, nomor WhatsApp, warna, dan promo juga diatur dari sana.
Logo, warna aksen, tagline, alamat, dan banner promo menyesuaikan identitas usahamu dari tab Setting di Sheet yang sama.
Katalog kaos, kemeja, dan hijab per kategori. Varian ukuran dan warna dipilih pelanggan sebelum chat, jadi kamu tidak menebak-nebak lagi.
Menu harian, camilan, atau katering dengan harga jelas. Pesanan masuk tersusun per item beserta jumlah dan catatan pelanggan.
Kerajinan, dekorasi, atau perlengkapan rumah dengan foto dan deskripsi panjang yang tetap rapi dibaca pelanggan.
Satu akun Google untuk masuk sekaligus membayar pembuatan toko — cukup siapkan nomor WhatsApp aktif. Sudah dibayarkan agen? Pakai kode pendaftarannya tanpa membayar lagi.
Pilih alamat seperti namatoko.pasarlokal.com — spreadsheet katalog berisi produk contoh langsung dibuat di Google Drive-mu.
Ganti produk contoh dengan produkmu di Google Sheets, lalu bagikan alamat toko ke pelanggan.
Pembuatan toko
Rp 99.000
Sekali bayar — cukup masuk dengan akun Google dan isi nomor WhatsApp aktif. Punya kode pendaftaran dari agen? Pakai kode itu tanpa membayar lagi.
Buat Toko OnlineProduk apa pun yang bisa difoto dan diberi harga per item: pakaian, makanan, camilan, kerajinan, skincare, sembako, dan sejenisnya. Katalog mendukung kategori, varian, harga coret, dan deskripsi, jadi cocok untuk katalog yang kecil maupun yang sudah banyak.
Tidak. Seluruh katalog dikelola dari Google Sheets: menambah produk berarti menambah baris, mengubah harga berarti mengedit sel. Toko menampilkan isi spreadsheet tersebut apa adanya.
Buka spreadsheet katalog di Google Drive-mu, edit tab Produk, lalu simpan. Perubahan tampil di toko setelah katalog dimuat ulang. Tab yang sama juga mengatur nama toko, nomor WhatsApp, warna, logo, dan teks promo.
Tidak. Pelanggan langsung membuka alamat tokomu, memilih produk, dan mengirim pesanan lewat WhatsApp tanpa login atau instal aplikasi apa pun.
Pelanggan menekan tombol pesan di keranjang, lalu rangkuman pesanannya terkirim sebagai satu pesan WhatsApp ke nomor toko yang kamu atur di Sheet. Kamu membalas dan memproses pesanan seperti biasa.
Tidak. Pasar Lokal hanya meneruskan rangkuman pesanan ke WhatsApp. Pembayaran pesanan, pengiriman, dan kesepakatan lain diatur langsung antara kamu dan pelanggan.
Akun Google dipakai untuk masuk sekaligus memberi izin membuat spreadsheet katalog di Drive-mu sendiri (scope drive.file). Izinnya terbatas pada file yang dibuat Pasar Lokal — aplikasi tidak membaca file lain di Drive-mu, dan kamu bisa mencabut aksesnya kapan saja dari pengaturan keamanan akun Google.
Pembuatan toko dibayar satu kali sebesar Rp 99.000, bukan langganan bulanan. Kalau tokomu sudah dibayarkan agen, kode pendaftaran dari mereka bisa dipakai setelah kamu masuk tanpa membayar lagi.
Pasar Lokal bukan marketplace dan bukan payment gateway: tidak ada pencarian publik antar-toko dan tidak ada proses pembayaran di dalamnya. Pelanggan datang dari alamat toko yang kamu bagikan sendiri, dan katalog bisa dibuka siapa saja yang memiliki alamatnya.
Katalog dengan alamat sendiri, dikelola lewat Google Sheets, dan pesanan yang sampai ke WhatsApp sudah tersusun rapi.